Kamis, 22 Mei 2014

TULISAN ALK

Review Jurnal Sumber dan Penggunaan Kas
Analisis sumber dan penggunaan kas adalah analisis laporan keuangan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang perubahan uang kas perusahaan serta sebab-sebab perubahan tersebut yang dikenal dengan sumber  dan penggunaan kas pada suatu periode.
Informasi ini penting untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menge-lola uang kas untuk membiayai operasi perusahaan. Uang kas adalah aktiva yang paling likuid. Sediaan uang kas yang terlalu over sangat tidak efisien  dan sediaan uang kas yang terlalu  under sangat mengganggu kelancaran operasi perusahaan. Untuk itu, yang menjadi sumber dan penggunaan kas adalah akun-akun selain (di luar) akun kas. 
Penggunaan Kas:
  • Pembelian tunai saham/ obligasi utk invest jk pendek dan jk panjang.
  • Pembelian tunai aktiva tetap
  • Pembelian tunai saham/ obligasi perusahaan yang beredar.
  • Pembelian tunai barang dagangan.
  • Pembayaran biaya operasi, seperti: upah & gaji, bunga, premi asuransi dll.
  • Pembayaran deviden, pajak, denda dll.
Prosedur Analisis Sumber dan Penggunaan Kas
  • Menentukan besarnya perubahan uang kas
  • Mengidentifikasi dan menentukan besarnya sumber kas
  • Mengidentifikasi dan menentukan besarnya penggunaan kas
  • Membuat laporan tentang sumber dan penggunaan kas.
Laporan Sumber dan Penggunaan Kas
 

ANALISIS
Selama tahun 1981, Perusahaan PT Rahayu mendapatkan keuntungan netto sesudah pajak sebesar   Rp. 1.500.000 dan dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000.

 PT RAHAYU
LAPORAN SUMBER-SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA
31 DESEMBER 1980 – 31 DESEMBER 1981
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
 



ANALISIS

Dari laporan penggunaan dana tersebut diatas, nampak bahwa penggunaan dana yang menonjol adalah untuk penambahan mesin, penambahan tanah dan pembayaran cash deviden.
Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usahanya. Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usaha.
Pembelian tanah, berarti persiapan ekspansi lebih lanjut
Penambahan mesin dan tanahtersebut dibelanjai dengan meneliti sektor sumber-sumber dananya. Sumber-sumber dana yang menonjol adalah dana yang berasal dari keuntungan neto dan depresiasi (internal sources) dan hutang jangka panjang (obligasi).
-          Dari keuntungan neto dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000 (47%) dan masih ada sisa keuntungan neto sebesar Rp. 800.000 (Rp. 1.500.000 – Rp.  700.000). Sisa keuntungan tersebut merupakan modal sendiri. Dana yang paling tepat untuk membiayai pembelian tanah tetapi ternyata dananya tidak cukup karena tambahan tanah meliputi jumlah Rp. 1.400.000. Dengan demikian kekurangannya sebesar Rp. 600.000 dibelanjai dengan hutang jangka panjang
-          Hutang jangka panjang sebagian digunakan untuk menutup kekurangan dana untuk membeli tanah dan sisa hutang jangka panjang yang tersedia untuk pembelian mesin (1.500.000 – Rp.  600.000), tinggal sisanya sebesar Rp. 900.000
-          Tambahan mesin meliputi Rp. 1.000.000 dan dapat dibelanjai dengan hutang jangka panjang dan depresiasi
Dari analisa sumber-sumber dan penggunaan dana PT. Rahayu dapat disimpulkan bahwa perusahaan menggunakan dananya dalam tahun 1981 sebagian besar untuk ekspansi dalam bentuk pembelian mesin dan tanah. 
·                  Pembelian mesin dibelanjai terutama dengan hutang jangka panjang dan depresiasi. Kebijaksanaan tersebut dapat dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas.
·                     Pembelian tanah dibelanjai sebagian dengan modal sendiri dan sebagian dari hutang jangka panjang. Kebijaksanaan pembiayaan tanah dengan hutang tidak dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas.



SUMBER:
http://sitipuryandani.blogspot.com/2013/04/materi-alk-analisis-sumber-dan.html



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar