Jumat, 11 April 2014

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (SOFTSKILL)

CARA MENGATASI FRAUD DALAM LAPORAN KEUANGAN

            Fraud adalah bentuk kecurangan untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun lembaga/organisasi. Kecurangan yang bersifat lembaga lebih kompleks dibandingkan dengan kecurangan yang dilakukan oleh pribadi. Kecurangan/fraud mengakibatkan kerugian yang besar. Dalam pemerintahan, kerugian yang diterima bukan hanya kehilangan atau kebocoran uang negara, namun juga berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta menurunnya tingkat investasi.

Gejala adanya kecurangan terdiri dari dua:
  1. Gejala kecurangan manajemen
·         Ketidakcocokan diantara manajemen puncak.
·         Moral dan motivasi karyawan rendah.
·         Departemen akuntansi kekurangan staff.
·         Penjualan (laba) menurun sementara utang dan piutang dagang meningkat.
·         Kekurangan kas secara tidak teratur dan  tidak terantisipasi.

  1. Gejala kecurangan karyawan
·         Pengeluaran tanpa dokumen pendukung.
·         Pencatatan yang salah / tidak akurat pada buku jurnal / besar.
·         Faktur ganda dan penggantian mutu barang.
·         Harga barang yang dibeli terlalu tinggi/mahal.
·         Kekurangan barang yang diterima.
        
Faktor pendorong kecurangan adalah sebagai berikut:
  1. Greed  (Keserakahan), Faktor yang berkaitan dengan individu pelaku kecurangan (faktor individual).
  1. Opportunity  (Kesempatan), Faktor yang berkaitan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (faktor generik / umum) dimana kesempatan untuk melakukan kecurangan tergantung pada kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Secara umum manajemen suatu organisasi mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan daripada karyawan.
  1. Need  (Kebutuhan), Faktor yang berkaitan dengan individu pelaku kecurangan (faktor individual).
  1. Exposure (Pengungkapan), Faktor yang berkaitan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (faktor generik / umum). Pengungkapan suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kembali kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun yang lain sehingga setiap pelaku kecurangan dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap.
Kategori kecurangan dilihat dari berbagai aspek, yaitu:
  1. Berdasarkan Pencatatan
a.    Pencurian asset yang tampak secara terbuka pada buku.
b.    Pencurian asset yang tampak pada buku, namun tersembunyi diantara catatan akuntansi yang valid.
c.    Pencurian asset yang tidak tampak pada buku, dan tidak akan dapat dideteksi melalui pengujian transaksi akuntansi yang dibukukan.

  1. Berdasarkan Frekuensi
a.    Tidak berulang
b.    Berulang

  1. Berdasarkan Konspirasi
  2. Berdasarkan Keunikan
a.    Kecurangan khusus
b.    Kecurangan umum

Jenis – jenis FRAUD:
  1. Employee Fraud (kecurangan pegawai), Kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dalam suatu organisasi kerja.
  1. Manajement Fraud (kecurangan manajemen), Kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan laporan keuangan/transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk mencurangi pemegang kepentingan (stakeholders) yang terkait organisasinya.
  1. Customer Fraud, Kecurangan yang dilakukan oleh konsumen/pelanggan, misalnya kecurangan oleh pihak kontraktor/konsultan terhadap satuan kerja proyek.
  1. E-Commerse Fraud, Kecurangan yang dilakukan akibat adanya transaksi melalui internet (misalnya pengadaan lelang melalui internet) 
Cara mendeteksi FRAUD adalah sebagai berikut:
  1. Analisis vertikal, yaitu teknik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara item-item dalam laporan laba rugi, neraca, atau laporan arus kas dengan menggambarkannya dalam presentase.Sebagai contoh, adanya kenaikan presentase hutang niaga dengan total hutang dari rata-rata 28% menjadi 52% dilain pihak adanya penurunan presentase biaya penjualan dengan total penjualan dari 20% menjadi 17% mungkin dapat menjadi satu dasar adanya pemeriksaan kecurangan.
  1. Analisis Horizontal, yaitu teknik untuk menganalisis presentase-presentase perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode laporan. Sebagai contoh adanya kenaikan penjualan sebesar 80% sedangkan harga pokok mengalami kenaikan 140%. Dengan asumsi tidak ada pembelian fiktif, penggelapan, atau transaksi ilegal lainnya. 

  1. Analisis Rasio, yaitu alat untuk mengukur hubungan antara nilai-nilai item dalam laporan keuangan. Sebagai contoh adalah current ratio, adanya penggelapan

Pencegahan kecurangan dalam faktor individu, yaitu:
  1. Moral
Faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed):
a.    Misi / tujuan perusahaan, ditetapkan dan dicapai dengan melibatkan seluruh pihak.
b.    Aturan perilaku pegawai, berkaitan dengan lingkungan dan budaya perusahaan.
c.    Gaya manajemen, memberikan contoh bekerja sesuai dengan misi dan aturan perilaku yang ditetapkan perusahaan.
d.    Praktik penerimaan pegawai, mencegah penerimaan karyawan yang bermoral tidak baik.
  1. Motivasi
a.    Menciptakan lingkungan yang menyenangkan.
b.    Sistem pengukuran kinerja dan penghargaan yyang wajar sehingga karyawan merasa diberlakukan secara adil.
c.    Bantuan konsultasi pegawai, untuk mengetahui masalah secara dini.
d.    Proses penerimaan karyawan.
e.    Kehati-hatian.

Pencegahan kecurangan yang mungkin terjadi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Membangun struktur pengendalian intern yang baik.
a.    Lingkungan pengendalian
b.    Penaksiran risiko
c.    Standar pengendalian
d.    Informasi dan komunikasi
e.    Pemantauan
  1. Mengefektifkan aktivitas pengendalian
a.    Riview kinerja
b.    Pengolahan informasi
c.    Pengendalian fisik
d.    Pemisahan tugas
  1. Meningkatkan kultur organisasi
a.    Keadilan
b.    Transparan
c.    Akuntabilitas
d.    Tanggung jawab
e.    Moralitas
  1. Mengefektifkan fungsi internal audit
a.    Internal audit harus mempunyai kedudukan yang independen dalam suatu organisasi.
b.    Internal audit harus mempunyai uraian tugas ecara tertulis.
c.    Internal audit harus mempunyai internal audit manual.
d.    Internal auditor harus bisa bekerjasama dengan akuntan publik.

Cara mengatasi fraud terbagi atas 3 tindakan, yaitu:

1.    Tindakan preventif merupakan tanggung jawab bersama antara manajemen puncak dengan staffnya, untuk menciptakan dan mengembangkan budaya kerja yang beretika dan lingkungan kerja yang baik.

2.    Tindakan deteksi adalah cara mengidentifikasi kecurangan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam deteksi atas fraud dibagi atas metode konvensional dan metode sistem informasi. Metode konvensional adalah dengan cara menemukan indikasi setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu. Salah satu cara menemukan indikasi kecurangan, terutama yang dilakukan secara lembaga, adalah dengan menggunakan sistem Akuntansi forensik, yaitu dengan cara memeriksa transaksi yang mencurigakan pada laporan keuangan, baik nominal yang besar maupun yang kecil. Sementara metode sistem informasi adalah dengan cara melakukan perbandingan profil kecurangan yang dapat terjadi, meliputi motivasi, kesempatan, objek fraud, metode fraud, indikasi fraud dan konsekuensi yang diterima organisasi.

3.    Tindakan investigasi adalah proses penyelidikan sehingga didapatkan pembuktian yang cukup. Tindakan-tindakan pengawasan tersebut adalah cara untuk mengatasi kecurangan sehingga kehilangan keuangan negara dapat terus ditekan dan pada akhirnya tercapai tujuan untuk menghilangkan
kebocoran dan kerugian negara.

Sumber:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar