Sabtu, 12 April 2014

Rangkuman Aklan Part I

“PENGGABUNGAN BADAN USAHA DAN KONTRIBUSI RELATIF PERUSAHAAN YANG BERGABUNG”

Definisi:
Suatu usaha untuk menggabungkan satu dengan yang lain dalam satu kesatuan dengan tujuan untuk memperluas usaha.

Tujuan :
·        Pemasaran yang lebih luas.
·        Volume penjualan menjadi lebih tinggi
·        Organisasi lebih kuat

Bentuk penggabungan:
1.     Merger (Statutory Merger)
Hanya satu perusahaan yang bertahan dan yang lain dibubarkan

2.     Konsolidasi (Statutory Consolidation)
Kedua perusahaan dibubarkan dan asset ditransfer ke perusahaan lain.

3.     Akuisisi (Stock Acquistion)
Kedua perusahaan memberikan saham, saham yang dibeli menjalankan perusahaan masing-masing dan tidak berkaitan dengan perusahaan sebelumnya.

Penggabungan usaha melalui usaha bersih:
1.     Nilai Buku:
Nilai asset perusahaan yang tertera pada catatan / informasi pada      umumnya
2.     Nilai Wajar:
Harga yang berlaku umum dipasarkan yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran atas harta tersebut.

Kontribusi relative:
Jika perusahaan baru dibentuk dapat menggunakan 2 cara:
1.     Kontribusi relative dari kekayaan bersih
Laporan keuangan disusun atas dasar harga pasarnya.

2.     Kontribusi relative dari laba yang diproyeksikan
Perusahaan yang baru dibentuk membutuhkan bantuan dari orang yang ahli dibidangnya.

Jumat, 11 April 2014

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (SOFTSKILL)

CARA MENGATASI FRAUD DALAM LAPORAN KEUANGAN

            Fraud adalah bentuk kecurangan untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun lembaga/organisasi. Kecurangan yang bersifat lembaga lebih kompleks dibandingkan dengan kecurangan yang dilakukan oleh pribadi. Kecurangan/fraud mengakibatkan kerugian yang besar. Dalam pemerintahan, kerugian yang diterima bukan hanya kehilangan atau kebocoran uang negara, namun juga berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta menurunnya tingkat investasi.

Gejala adanya kecurangan terdiri dari dua:
  1. Gejala kecurangan manajemen
·         Ketidakcocokan diantara manajemen puncak.
·         Moral dan motivasi karyawan rendah.
·         Departemen akuntansi kekurangan staff.
·         Penjualan (laba) menurun sementara utang dan piutang dagang meningkat.
·         Kekurangan kas secara tidak teratur dan  tidak terantisipasi.

  1. Gejala kecurangan karyawan
·         Pengeluaran tanpa dokumen pendukung.
·         Pencatatan yang salah / tidak akurat pada buku jurnal / besar.
·         Faktur ganda dan penggantian mutu barang.
·         Harga barang yang dibeli terlalu tinggi/mahal.
·         Kekurangan barang yang diterima.
        
Faktor pendorong kecurangan adalah sebagai berikut:
  1. Greed  (Keserakahan), Faktor yang berkaitan dengan individu pelaku kecurangan (faktor individual).
  1. Opportunity  (Kesempatan), Faktor yang berkaitan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (faktor generik / umum) dimana kesempatan untuk melakukan kecurangan tergantung pada kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Secara umum manajemen suatu organisasi mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan daripada karyawan.
  1. Need  (Kebutuhan), Faktor yang berkaitan dengan individu pelaku kecurangan (faktor individual).
  1. Exposure (Pengungkapan), Faktor yang berkaitan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (faktor generik / umum). Pengungkapan suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kembali kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun yang lain sehingga setiap pelaku kecurangan dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap.
Kategori kecurangan dilihat dari berbagai aspek, yaitu:
  1. Berdasarkan Pencatatan
a.    Pencurian asset yang tampak secara terbuka pada buku.
b.    Pencurian asset yang tampak pada buku, namun tersembunyi diantara catatan akuntansi yang valid.
c.    Pencurian asset yang tidak tampak pada buku, dan tidak akan dapat dideteksi melalui pengujian transaksi akuntansi yang dibukukan.

  1. Berdasarkan Frekuensi
a.    Tidak berulang
b.    Berulang

  1. Berdasarkan Konspirasi
  2. Berdasarkan Keunikan
a.    Kecurangan khusus
b.    Kecurangan umum

Jenis – jenis FRAUD:
  1. Employee Fraud (kecurangan pegawai), Kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dalam suatu organisasi kerja.
  1. Manajement Fraud (kecurangan manajemen), Kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan laporan keuangan/transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk mencurangi pemegang kepentingan (stakeholders) yang terkait organisasinya.
  1. Customer Fraud, Kecurangan yang dilakukan oleh konsumen/pelanggan, misalnya kecurangan oleh pihak kontraktor/konsultan terhadap satuan kerja proyek.
  1. E-Commerse Fraud, Kecurangan yang dilakukan akibat adanya transaksi melalui internet (misalnya pengadaan lelang melalui internet) 
Cara mendeteksi FRAUD adalah sebagai berikut:
  1. Analisis vertikal, yaitu teknik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara item-item dalam laporan laba rugi, neraca, atau laporan arus kas dengan menggambarkannya dalam presentase.Sebagai contoh, adanya kenaikan presentase hutang niaga dengan total hutang dari rata-rata 28% menjadi 52% dilain pihak adanya penurunan presentase biaya penjualan dengan total penjualan dari 20% menjadi 17% mungkin dapat menjadi satu dasar adanya pemeriksaan kecurangan.
  1. Analisis Horizontal, yaitu teknik untuk menganalisis presentase-presentase perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode laporan. Sebagai contoh adanya kenaikan penjualan sebesar 80% sedangkan harga pokok mengalami kenaikan 140%. Dengan asumsi tidak ada pembelian fiktif, penggelapan, atau transaksi ilegal lainnya. 

  1. Analisis Rasio, yaitu alat untuk mengukur hubungan antara nilai-nilai item dalam laporan keuangan. Sebagai contoh adalah current ratio, adanya penggelapan

Pencegahan kecurangan dalam faktor individu, yaitu:
  1. Moral
Faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed):
a.    Misi / tujuan perusahaan, ditetapkan dan dicapai dengan melibatkan seluruh pihak.
b.    Aturan perilaku pegawai, berkaitan dengan lingkungan dan budaya perusahaan.
c.    Gaya manajemen, memberikan contoh bekerja sesuai dengan misi dan aturan perilaku yang ditetapkan perusahaan.
d.    Praktik penerimaan pegawai, mencegah penerimaan karyawan yang bermoral tidak baik.
  1. Motivasi
a.    Menciptakan lingkungan yang menyenangkan.
b.    Sistem pengukuran kinerja dan penghargaan yyang wajar sehingga karyawan merasa diberlakukan secara adil.
c.    Bantuan konsultasi pegawai, untuk mengetahui masalah secara dini.
d.    Proses penerimaan karyawan.
e.    Kehati-hatian.

Pencegahan kecurangan yang mungkin terjadi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Membangun struktur pengendalian intern yang baik.
a.    Lingkungan pengendalian
b.    Penaksiran risiko
c.    Standar pengendalian
d.    Informasi dan komunikasi
e.    Pemantauan
  1. Mengefektifkan aktivitas pengendalian
a.    Riview kinerja
b.    Pengolahan informasi
c.    Pengendalian fisik
d.    Pemisahan tugas
  1. Meningkatkan kultur organisasi
a.    Keadilan
b.    Transparan
c.    Akuntabilitas
d.    Tanggung jawab
e.    Moralitas
  1. Mengefektifkan fungsi internal audit
a.    Internal audit harus mempunyai kedudukan yang independen dalam suatu organisasi.
b.    Internal audit harus mempunyai uraian tugas ecara tertulis.
c.    Internal audit harus mempunyai internal audit manual.
d.    Internal auditor harus bisa bekerjasama dengan akuntan publik.

Cara mengatasi fraud terbagi atas 3 tindakan, yaitu:

1.    Tindakan preventif merupakan tanggung jawab bersama antara manajemen puncak dengan staffnya, untuk menciptakan dan mengembangkan budaya kerja yang beretika dan lingkungan kerja yang baik.

2.    Tindakan deteksi adalah cara mengidentifikasi kecurangan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam deteksi atas fraud dibagi atas metode konvensional dan metode sistem informasi. Metode konvensional adalah dengan cara menemukan indikasi setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu. Salah satu cara menemukan indikasi kecurangan, terutama yang dilakukan secara lembaga, adalah dengan menggunakan sistem Akuntansi forensik, yaitu dengan cara memeriksa transaksi yang mencurigakan pada laporan keuangan, baik nominal yang besar maupun yang kecil. Sementara metode sistem informasi adalah dengan cara melakukan perbandingan profil kecurangan yang dapat terjadi, meliputi motivasi, kesempatan, objek fraud, metode fraud, indikasi fraud dan konsekuensi yang diterima organisasi.

3.    Tindakan investigasi adalah proses penyelidikan sehingga didapatkan pembuktian yang cukup. Tindakan-tindakan pengawasan tersebut adalah cara untuk mengatasi kecurangan sehingga kehilangan keuangan negara dapat terus ditekan dan pada akhirnya tercapai tujuan untuk menghilangkan
kebocoran dan kerugian negara.

Sumber:




Senin, 07 April 2014

TUGAS AKLAN PART II

KONSEP AKUNTANSI DARI PENGGABUNGAN USAHA DAN AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM SAHAM

Penggabungan usaha adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan menjadi satu karena salah satu perusahaan  ingin memperoleh kendali atas aktiva dan operasi perusahan lain.

Metode akuntansi dalam penggabungan usaha terdiri dari:

1.   Metode Penyatuan Kepemilikan
Kepemilikan 2 perusahaan yang bergabung menjadi satu, serta saling berpartisipasi dan bersifat tetap pada perusahaan baru tersebut.

2.   Metode Pembelian
Penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan tidak ikut berpartisipasi pada perusahaan barunya karena aktiva salah satu perusahaan sudah dibeli oleh perusahaan lain.
Akuntansi investasi dalam saham adalah suatu perusahaan menanamkan saham di perusahaan lain. Dimana jika jumlah kepemilikan saham perusahaan lebih dari sama dengan 50% maka perusahaan tersebut memiliki pengendalian terhadap perusahaan tersebut.

Berikut ini metode penilaian investasi:

1.   Metode biaya
Jika kepemilikan saham perusahaan kurang dari 20% dan investasi dicatat sebesar biaya perolehannya.

2.   Metode ekuitas
Jika kepemilikan saham perusahaan dari 20% - 50% dan investasi awal dicatat sebesar biaya perolehan dan ditambah/dikurangi sebesar laba/rugi pemerintah.

3.   Metode nilai bersih yang dapat direalisasikan
Jika kepemilikan saham perusahaan bersifat non-permanen atau yang akan dijual dalam jangka waktu dekat.


Tugas aklan 2

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

            Laporan Keuangan Konsolidasi adalah laporan yang berisi mengenai posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan dan anak perusahaan. Tujuan penyusunan laporan keuangan konsolidasi, yaitu untuk memberikan gambaran secara obyektif mengenai keseluruhan posisi dan aktivitas kedua perusahaan sehingga tidak boleh menyesatkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
            Manfaat penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, dan memberikan gambaran yang jelas tentang keseluruhan  sumber daya perusahaan kepada para pemegang saham, kreditor, dll.
            Perbedaan antara harga perolehan dengan nilai buku saham dapat dilaporkan di neraca konsolidasi sebagai KHPDNB jika harga perolehan lebih besar dari nilai buku sehingga dicatat / diakui sebagai GOODWILL (D) sedangkan KNBDHP terjadi jika nilai buku lebih besar dari harga perolehannya sehingga perusahaan induk mencatat sebagai kerugian (K).
            Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi, yaitu:
1.    Metode Ekuitas Tidak Lengkap
2.    Metode Ekuitas
            Prosedur penyusunan laporan keuangan konsolidasi, yaitu :
1.    Melakukan eliminasi rekening yang bersifat timbal balik.
2.    Menyusun kertas kerja