Selasa, 04 Juni 2013

TUGAS KWHKU 03

1.      Perencanaan usaha baru:
a)      Pengertian perencanaan, unsur-unsur perencanaan, dan alasan utama diperlukan perencanaan?
Jawab:
·         Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan,         dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
·         Unsur perencanaan
                * Rencana pemasaran
                * Rencana produksi
                * Rencana keuangan
                * Rencana SDM dan organisasi
                * Analisa resiko dan hasil
                * Batasan waktu
·         Alasan
Perencanaan diperlukan karena berperan besar dalam menekan resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan perencanaan, kita dapat memprediksi hal-hal tidak diinginkan yang mungkin akan terjadi di masa depan dan melakukan tindakan antisipasi semenjak dini sehingga perencanaan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menunjang pengambilan keputusan, terutama pada saat kritis dimana keputusan cepat akan berakibat sangat fatal untuk perkembangan organisasi kegiatan di kemudian hari.

b)      Sebutkan beberapa manfaat, tipe, dan klasifikasi perencanaan?
Jawab:
·         Manfaat
* Dapat mendekati asumsi kebenaran
* Membandingkan hasil dengan rencana
* Alat komunikasi untuk meyakinkan pihak lain
* Wirausaha dapat berfikir kritis dan objektif
* Membantu manajemen menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
* Membantu dalam kristalisasi persesuaian masalah utama.
* Memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
* Membantu penempatan tanggung jawab lebih cepat.
* Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
* Memudahkan dalam koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
·         Tipe
* Rencana Strategik merupakan rencana yang dirancang untuk memenuhi tujuan organisasi yang luas, mengimplementasikan misi yang memberikan alasan khas keberadaan organisasi.
* Rencana Operasional merupakan penguraian rinci bagaimana rencana strategik dapat dicapai.Rencana operasional mempunyai dua tipe, yaitu:
  §  Rencana sekali pakai (single use plane), rencana ini dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu      dan tidak digunakan lagi bila telah mencapai tujuannya.
 §  Rencana tetap merupakan pendekatan-pendekatan standar untuk menangani situasi yang dapat                     diperkirakan dan terjadi berulang-ulang
·         Klasifikasi perencanaan
* Bidang fungsional, mencakup rencana produksi, rencana pemasaran, rencana keuangan dan rencana              personalia. Setiap faktor memerlukan tipe rencana yang berbeda
* Tingkatan organisasional, ini termasuk keseluruhan organisasi atau satuan-satuan kerja.
* Karakteristik (sifat rencana), ini meliputi faktor kompleksitas, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya,      rasionalitas, kuantitas dan kualitas.
* Waktu, menyangkut rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, dan rencana jangka panjang.
* Unsur-unsur rencana, ini dalam wujud anggaran, program, prosedur, kebijaksanaan peraturan dan                sebagainya.

2.      Penempatan SDM dalam organisasi kewirausahaan:
a)      Sebutkan sumber-sumber tenaga kerja dan bagaimana tahapan proses seleksi?
Jawab:
·         Sumber-sumber TK
* Sumber Intern, terdapat tiga sumber penawaran intern, yaitu :
§  Penataran (Upgrading) yaitu dengan mendidik dan memberi latihan.
§  Pemindahan (transferring) yaitu posisi yang kurang disenangi ke posisi lain yang lebih memuaskan                  kebutuhan.
§  Pengangkatan (promoting) yaitu pengangkatan ke jabatan yang lebih tinggi lagi.

* Sumber Ekstern dalam penawaran tenaga kerja dapat diperoleh antara lain dari lamaran pribadi yang masuk, organisasi karyawan, kantor penempatan tenaga kerja, sekolah-sekolah, para pesaing, imigrasi dan migrasi.
·         Tahapan proses seleksi
* Perekrutan
* Seleksi
* Penempatan
* Orientasi
* Pelatihan dan pengembangan
* Penilaian prestasi kerja
* Kompensasi

b)      Bagaimana latihan dan pengembangan serta tehnik yang dilakukan untuk karyawan lama dan baru?
Jawab:
Pengembangan dan pelatihan mempunyai kesamaan dalam metode yang digunakan dalam pembelajaran, namun dalam beberapa hal dapat dibedakan diantaranya sebagai berikut
a.       Pengembangan karyawan lebih berorientasi kepada masa depan dan lebih peduli terhadap pendidikan,         yaitu terhadap peningkatan kemampuan seseorang untuk memahami dan menginterprestasi pengetahuan         bukan mengajarkan ketrampilan teknis. Dengan demikian pengembangan lebih kepada pertumbuhan             kepribadian karyawan, bukan kepada peningkatan kemampuan teknis.
b.      Sedangkan pelatihan lebih berorientasi pada pekerjaan saat ini, fokusnya kepada pekerjaan seseorang           saat ini ditujukan untuk meningkatan ketrampilan-ketrampilan tertentu dan kemampuan untuk dapat               melaksanakan pekerjaannya dengan segera mungkin.

* Program pelatihan berusaha mengajarkan trainee bagaimana melaksanakan aktivitas atau pekerjaan tertentu, misalnya bagaimana cara menggunakan komputer untuk menginput order masuknya suatu barang dan sebagainya. Pelatihan terdiri dari program-program yang dirancang untuk meningkatkan kinerja pada level individu, kelompok atau organisasi. Kinerja yang meningkat, pada gilirannya menyiratkan perubahan yang dapat diukur dalam pengetahuan, keahlian, sikap dan perilaku sosial. Pelatihan juga harus meningkatkan efektivitas karyawan, meningkatkan kepuasan karyawan, memenuhi program kesempatan kerja yang sama dan menghindari keusangan (obsolescence) karyawan.

* Pengembangan yang dapat dilakukan seperti:
^ Pengembangan secara informal
Pengembangan secara informal yaitu pegawai atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-buku literatur yang ada hubungannya dengan pekerjaan atau jabatannya. Hal ini bermanfaat bagi perusahaan karena prestasi kerja pegawai semakin besar, disamping efesiensi dan produktivitasnya juga semakin baik.

· ^ Pengembangan secara formal
Pengembangan secara formal yaitu pegawai ditugaskan oleh perusahaannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pendidikan atau pelatihan. Pengembangan secara formal dilakukan perusahaan karena tuntutan pekerjaan saat ini ataupun masa datang, yang sifatnya nonkarier atau karier seorang pegawai.

Minggu, 07 April 2013

TUGAS SOFTSKILL 2

1.      Prosedur untuk go public, Jelaskan?
Jawab:
Penawaran Umum atau sering pula disebut Go Public adalah kegiatan penawaran saham atau Efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan go public) untuk menjual saham atau Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.Penawaran Umum mencakup kegiatan-kegiatan berikut:
·         Periode Pasar Perdana yaitu ketika Efek ditawarkan kepada pemodal oleh Penjamin Emisi melalui para Agen Penjual yang ditunjuk
·         Penjatahan Saham yaitu pengalokasian Efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah Efek yang tersedia.
·         Pencatatan Efek di Bursa, yaitu saat Efek tersebut mulai diperdagangkan di Bursa.
Proses Penawaran Umum saham dapat dikelompokkan menjadi 4 tahapan berikut:
a.      Tahap Persiapan merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses Penawaran Umum. Pada tahap yang paling awal perusahaan yang akan menerbitkan saham terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka Penawaran Umum saham. Setelah mendapat persetujuan, selanjutnya emiten melakukan penunjukan penjamin emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar yaitu:
·         Penjamin Emisi (underwriter). Merupakan pihak yang paling banyak keterlibatannya dalam membantu emiten dalam rangka penerbitan saham. Kegiatan yang dilakukan penjamin emisi antara lain: menyiapkan berbagai dokumen, membantu menyiapkan prospektus, dan memberikan penjaminan atas penerbitan.
·         Akuntan Publik (Auditor Independen). Bertugas melakukan audit atau pemeriksaan atas laporan keuangan calon emiten.
·         Penilai untuk melakukan penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan dan menentukan nilai wajar dari aktiva tetap tersebut;
·         Konsultan Hukum untuk memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion).
·         Notaris untuk membuat akta-akta perubahan Anggaran Dasar, akta perjanjian-perjanjian dalam rangka penawaran umum dan juga notulen-notulen rapat.

b.      Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, pada tahap ini dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung calon emiten menyampaikan pendaftaran kepada BAPEPAM-LK hingga BAPEPAM-LK menyatakan Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif.

c.       Tahap Penawaran Saham merupakan tahapan utama, karena pada waktu inilah emiten menawarkan saham kepada masyarakat investor. Investor dapat membeli saham tersebut melalui agen-agen penjual yang telah ditunjuk. Masa Penawaran sekurang-kurangnya tiga hari kerja.  Perlu diingat pula bahwa tidak seluruh keinginan investor terpenuhi dalam tahapan ini. Misal, saham yang dilepas ke pasar perdana sebanyak 100 juta saham sementara yang ingin dibeli seluruh investor berjumlah 150 juta saham. Jika investor tidak mendapatkan saham pada pasar perdana, maka investor tersebut dapat membeli di pasar sekunder yaitu setelah saham dicatatkan di Bursa Efek.

d.      Tahap Pencatatan saham di Bursa Efek, setelah selesai penjualan saham di pasar perdana, selanjutnya saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

2.      Jenis-jenis kepemilikan usaha?
Jawab:
a.      Perusahaan Perorangan
Perusahaan perseorangaan adalah perusahaan yang dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan. Tidak ada pemisahan modal antara kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan. Contoh : warnet, wartel, toko kelontong, pedagang asongan, dll.
·         Ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
1.      Relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
2.      Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
3.      Tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
4.      Seluruh keuntungan dinikmati sendiri
5.      Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
6.      Keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
7.      Jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
8.      Sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
Perusahaan Perseorangan : bentuk badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh seseorang secara pribadi yang bertanggung jawab penuh atas semua resiko dan aktifitas yang dijalankan. Perusahaan perseorangan lebih mudah didirikan karena tidak perlu izin usaha, tidak perlu berbadan hukum dan modalnya tidak besar.

b.      Perusahaan / Badan Usaha Persekutuan / Partnership
Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha persekutuan adalah firma dan persekutuan komanditer alias CV. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.
·         Firma (Fa)
Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh seseorang atau lebih dengan bersama untuk melaksanak an usaha, umumnya dibentuk oleh orang-orang yang memiliki Keahlian sama atau seprofesi dengan tanggungjawab masing-masing anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian akan ditanggung bersama.
Ø  Ciri dan sifat firma :
1.      Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
2.      Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
3.      Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
4.      Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
5.      Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
6.      Pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
7.      Mudah memperoleh kredit usaha

·         Perseroan Komanditer (CV)
Bentuk badan usaha CV adalah bentuk perusahaan kedua setelah PT yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Namun tidak semua bidang usaha dapat dijalankan Perseroan Komanditer (CV), hal ini mengingat adanya beberapa bidang usaha tertentu yang diatur secara khusus dan hanya dapat dilakukan oleh badan usaha Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Komanditer adalah bentuk perjanjian kerjasama berusaha bers ama antara 2 (dua) orang atau dengan AKTA OTENTIK sebagai AKTA PENDIRIAN yang dibuat dihadapan NOTARIS yang berwenang. Para pendiri perseroan komanditer terdiri dari PESERO AKTIF dan PERSERO PASIF yang membedakan adalah tanggungjawabnya dalam perseroan. Persero Aktif yaitu orang yang aktif menjalankan dan mengelola perusahaan termasuk bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya. Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor saja kedalam perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya.
Ø  Ciri dan sifat CV :
1.      Sulit untuk menarik modal yang telah disetor
2.      Modal besar karena didirikan banyak pihak
3.      Mudah mendapatkan kridit pinjaman
4.      Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
5.      Relatif mudah untuk didirikan
6.      Kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu

c.       Perseroan Terbatas ( PT )
Bentuk badan usaha PT adalah bentuk perusahaan yang paling populer dalam bisnis dan paling banyak digunakan oleh para pelaku bisnis di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usaha diberbagai bidang. Selain memiliki landasan huk um yang jelas seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang PERSEROAN TERBATAS bentuk PT ini juga dirasakan lebih menjaga keamanan para pemegang saham/pemilik modal dalam berusaha. Sama halnya dengan CV pendirian PT juga dilakukan minimal oleh 2 (dua) orang atau lebih, karena sistem hukum di Indonesia menganggap dasar dari perseroan terbatas adalah suatu perjanjian maka pemegang saham dari perseroan terbatas pun minimal haruslah berjumlah 2 (dua) orang, dengan jumlah modal dasar minimum Rp. 50.000.000,-, sedangkan untuk bidang usaha tertentu jumlah modal dapat berbeda seperti yang ditentukan serta berlaku aturan khusus yang mengatur tentang bidang usaha tersebut. Berdasarkan Jenis Perseroan, maka Perseroan Terbatas (PT) dibagi menjadi :
1.      PT-Non Fasilitas Umum atau PT. Biasa
2.      PT-Fasilitas PMA
3.      PT-Fasilitas PMDN
4.      PT-Persero BUMN
5.      PT-Perbankan
6.      PT-Lembaga Keuangan Non Perbankan
7.      PT-Usaha Khusus
·         Ciri dan sifat PT :
1.      Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
2.      Modal dan ukuran perusahaan besar
3.      Kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham
4.      Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
5.      Kepemilikan mudah berpindah tangan
6.      Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
7.      Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
8.      Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
9.      Sulit untuk membubarkan PT
10.  Pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden


3.      Jenis-jenis kepemilikan usaha?
Jawab:
A.    Bentuk-Bentuk Penggabungan
Bentuk-bentuk penggabungan dibagi menjadi penggabungan vertikal-integral dan horizontal-paralelisasi:
·         Penggabungan Vertikal-Integral
Penggabungan vertikal-integral atau yang biasa disebut integrasi hulu-hilir, merupakan penggabungan antara perusahaan yang dalam kegiatannya memiliki tahapan produksi yang berbeda, biasanya menurut urutan-urutan produksi atau sebaliknya. Contohnya, perusahaan penghasil bahan baku bergabung dengan perusahaan pengolah bahan baku, kegiatan seperti ini bisa disebut penggabungan vertikal atau integrasi hulu, kebalikannya disebut penggabungan integral atau integrasi hilir.
·         Penggabungan Horizontal-Paralelisasi
Penggabungan horizontal-paralelisasi adalah penggabungan antara dua perusahaan atau lebih yang bekerja pada jalur yang sama atau pada tingkat yang sama. Penggabungan seperti ini dapat terjadi apabila perusahaan barang maupun jasa menggunakan bahan yang sama atau sejenis.
B.     Pengkhususan Perusahaan
Pengkhususan perusahaan merupakan kegiatan perusahaan yang mengkhususkan diri pada fase atau kegiatan tertentu, dan kegiatan lainnya diserahkan pada perusahaan lain. Pengkhususan perusahaan dapat dibagi menjadi spesialisasi dan diferensiasi.
·         Spesialisasi, yaitu perusahaan yang mengkhususkan diri pada kegiatan yang hanya menghasilkan satu produk saja. Contohnya, perusahaan yang hanya menghasilkan produk mie, atau dalam bidang pelayanan jasa yaitu pelayanan transportasi udara.
·         Diferensiasi, yaitu pengkhususan yang dilakukan perusahaan dalam fase produksi tertentu. Contohnya seperti, adanya perusahaan penanaman, perusahaan penggilingan padi, perusahaan penjual beras.
C.    Pengkonsentrasian Perusahaan
Pengkonsentrasian perusahaan dapat dibagi menjadi:
·         Trust merupakan Penggabungan atau pemusatan beberapa badan usaha yang sejenis maupun berlainan menjadi badan usaha yang baru dan kuat  dimana secara hukum maupun ekonomis tidak berdiri sendiri lagi. Trust dapat berupa penggabungan vertikal maupun horizontal. Dalam bentuk penggabungan vertikal, trust mempunyai kegiatan produksi secara berurutan. Trust dalam bentuk penggabungan horizontal, yaitu gabungan beberapa perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang yang sejenis maupun berlainan dari bahan yang sama.
·         Holding Company atau perusahaan induk, merupakan perusahaan yang berbentuk corporation, dimana perusahaan tersebut menguasai sebagian besar saham dari perusahaan lain. Dalam hal ini, perusahaan lain yang menjadi perusahaan anak, dan kebijakan untuk perusahaan anak akan ditentukan oleh perusahaan induk. Holding company dapat terbentuk karena adanya penggabungan secara verikal maupun horizontal.

·         Kartel merupakan suatu bentuk kerjasama antara badan usaha sejenis secara sukarela yang didasrkan atas perjanjian bersama untuk mengurangi persaingan.
·         Sindikasi merupakan perjanjian kerjasama antara beberapa orang untuk melakukan sebuah proyek.
·         Concem adalah bentuk kerjasama atau penggabungan beberapa perusahaan baik secara vertikal maupun horizontal dari sekumpulan perusahaan induk. Concem dapat terjadi karena adanya perluasan usaha secara vertikal maupun horizontal dengan mendirikan suatu perusahaan baru.
·         Joint Venture merupakan perusahaan baru yang didirikan atas dasar kerjasama antara perusahaan-perusahaan yang telah berdiri sendiri.
·         Trade Association merupakan persekutuan beberapa perusahaan yang berasal dari cabang perusahaan yang sama, yang bertujuan untuk memajukan anggotanya bukan untuk mencari laba.
·         Gentlement’s Agreement merupakan perjanjian produsen dalam daerah penjualan dengan maksud mengurangi persaingan.
Sumber: